Home Daerah Arogan, Polisi di Deli Serdang Aniaya dan Todong Tetangga Pakai Pistol

Arogan, Polisi di Deli Serdang Aniaya dan Todong Tetangga Pakai Pistol

32
0
SHARE
Arogan, Polisi di Deli Serdang Aniaya dan Todong Tetangga Pakai Pistol

Keterangan Gambar : Arogan, Polisi di Deli Serdang Aniaya dan Todong Tetangga Pakai Pistol

Detikone.com, Tindakan arogan personel kepolisian terjadi di Desa Suka Makmur, Kecamatan Deli Tua, Deli Serdang, Sumut, Senin (27/1). Seorang bintara menganiaya dan menodong tetangganya dengan pistol hanya karena persoalan sepele.

Berdasarkan informasi dihimpun, tindak arogan itu dilakukan Briptu R (26). Dia menganiaya dan menodong pemuda bernama Bima (29) dengan pistolnya.

Tindak arogan itu terjadi sekitar pukul 11.30 Wib. Kepala Desa Suka Makmur, Suyatno, mengatakan, peristiwa itu berawal dari sehari sebelumnya saat mobil keluarga R menabrak sepeda yang diparkirkan Bima di Jalan Aman. Setelah kejadian, mobil itu langsung meninggalkan lokasi.

Keesokan harinya, Bima melihat mobil yang sama melintas di dekat rumahnya. Dia berupaya menghentikan kendaraan itu untuk meminta pertanggungjawaban.

Namun, mobil terus berlalu. Bima yang kesal langsung melemparkan kertas undangan yang ada di tangannya dan mengenai kaca mobil. "Karena terkena sudut undangan, bunyi kaca seperti dilempar batu," ujar Suyatno.

Tak lama berselang, R datang bersama ayahnya. Dia menghajar Bima. Selain memukul dan mencekik, polisi itu juga menodongkan senjata api.

Dibawa ke Kantor Polisi

Suyatno yang melihat kejadian itu langsung bertindak. "Kudengar ada ribut-ribut. Dia (R) pakai senjata langsung kuterkam. Banyak yang lihat. Bahkan bajuku ditarik bapaknya tadi," ujar Suyatno

Untuk meredam keributan, Suyatno membawa pihak bertikai ke kantor desa. Mereka sempat dimediasi di sana.

Saat Briptu R keluar dari kantor desa, warga langsung menyorakinya. Beberapa bahkan mendekatinya, namun kepolisian, Babinbsa dan aparat desa segera menengahi.

Kedua belah pihak kemudian diarahkan ke Mapolsek Delitua. "Saat ini mereka di Polsek. Propam yang menanganinya. Kedua pihak mau damai bergantung keluarga masing-masing. Mau damai atau tidak, terserah," jelas Suyatno.

Kapolsek Delitua, AKP Zulkifli Harahap, membenarkan adanya keributan ini. Namun dia tidak mengetahui pasti dugaan pemukulan dan penodongan pistol dalam kejadian itu.

Zulkifli pun menyatakan kedua pihak sudah bersepakat damai. "Iya sudah dimediasi, sudah damai, (jadi) kalau ada yang berperkara, sesuai dengan peraturan di Mahkamah Agung bisa dimediasi," tutupnya.

Sumb: Merdeka