Home Politik Demo Rusuh, PLN Putus Aliran Listrik se-Jayapura

Demo Rusuh, PLN Putus Aliran Listrik se-Jayapura

30
0
SHARE
Demo Rusuh, PLN Putus Aliran Listrik se-Jayapura

Keterangan Gambar : Ilustrasi demonstrasi masyarakat Papua.

Detikone.com -- Kerusuhan di Jayapura membuat Perusahaan Listrik Negara (PLN) memutus aliran listrik di sejumlah bangunan vital Kota Jayapura, Papua, Kamis (29/8). 

Juru Bicara PT PLN Unit Wilayah Papua dan Papua Barat Septian Pudjiyanto mengatakan pihaknya memang memadamkan listrik se-Kota Jayapura untuk mengamankan wilayah lainnya. 

"Untuk saat ini wilayah Kota Jayapura dipadamkan karena kabel ada yang terbakar seperti di Kantor Telkomsel dan lainnya," katanya seperi dikutip Antara. 

Menurut Septian, pemadaman ini harus dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sehingga kondisi dapat segera kondusif. 

Yulika, salah satu pengunjung Grand Abe Hotel mengaku terjebak dan tidak bisa kembali ke rumahnya karena demo yang mulai terlihat anarkis. Dari pantauan di lapangan, massa pengunjuk rasa tersebar ke beberapa titik setelah dipukul mundur oleh aparat keamanan menggunakan gas air mata. 

Aparat keamanan dengan seragam lengkap menggunakan tameng dan penutup kepala masih mengamankan bangunan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) yang hendak diduduki oleh massa pengunjuk rasa. 

Sekitar 1.000-an massa menduduki daerah Lampu Merah Abepura, ada yang membawa bendera motif bintang hitam berlatar merah. Di depan Kantor Samsat Papua nampak sejumlah ban bekas motor atau mobil dibakar oleh sejumlah warga. 

Pertokoan dan perkantoran tutup sejak pukul 12.30 WIT. termasuk Mal Jayapura yang merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Jayapura. Saga dan Mega Abepura tutup, Kantor Distrik Abepura dan BPS Kota Jayapura serta Kanwil Kantor Pos Maluku dan Papua juga tutup. Begitu juga, sejumlah kafe dan hotel. 


"Kaca Grand Abe Hotel dilempar massa," ungkapnya lewat sambungan telepon seluler. 

Amuk massa juga mengakibatkan mobil dinas milik Dandim Jayapura, Letkol Inf Johanes Parinusa dibakar. 

"Saat melintas untuk memantau demo tiba-tiba dirusak pendemo yang saat itu sedang bentrok dengan polisi," kata Letkol Parinusa.

Sumb: CNN Indonesia