Home Daerah Jadi TNI Gadungan, Seorang Buruh Tiduri dan Peras Korban Rp 36 Juta

Jadi TNI Gadungan, Seorang Buruh Tiduri dan Peras Korban Rp 36 Juta

24
0
SHARE
Jadi TNI Gadungan, Seorang Buruh Tiduri dan Peras Korban Rp 36 Juta

Keterangan Gambar : TNI Gadungan

Detikone.com - Sukamdi (45) seorang buruh warga Kemudo, Klaten dibekuk personel polisi dan TNI. Sukamdi dibekuk karena menipu seorang perempuan berinisial HPH, dengan mengaku sebagai anggota TNI dan berjanji menikahi korban.

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Riko Sanjaya menuturkan, pelaku bertemu korban pada Agustus 2019. Komunikasi intens yang terjalin antara keduanya berujung pada rencana pertunangan.

Riko menerangkan saat itu pelaku mengaku bernama Andi Saputro. Pelaku mengaku sebagai anggota Korem 072/Pamungkas. Bahkan setiap kali bertemu dengan korban, lanjut Riko, pelaku selalu berpakaian layaknya anggota TNI.

"Setiap berkunjung ke rumah korban pelaku ini selalu mengenakan pakaian dinas TNI. Korban pun akhirnya percaya. Apalagi korban sudah dijanjikan kalau mau dinikahi, karena itu korban mau memberikan uang sekitar Rp 36 juta kepada dia," ujar Riko, Selasa (21/1).

Riko menjelaskan korban akhirnya curiga karena pelaku tidak kunjung memenuhi janji untuk menikahi dirinya. Akhirnya korban pun pada 8 Januari melaporkan ke Kodim 0729/Bantul.

"Pelaku kita bekuk bersama anggota TNI dari Kodim 0729/Bantul pada 18 Januari 2020. Pelaku ditangkap di kontrakannya," terangnya.

Riko merinci sejumlah barang diamankan di antaranya Kartu Tanda Prajurit TNI palsu, foto pelaku berpakaian TNI, stempel palsu, surat perintah TNI palsu, dua HP dan satu HT.

"Diamankan juga satu stel pakaian Dinas TNI AD atas nama Andi Saputro dengan pangkat Kapten dan satu buah baret warna hijau," ungkap Riko.

Riko menjabarkan selain menipu, pelaku juga telah berhubungan intim dengan korban sebanyak dua kali. Riko menuturkan pelaku ternyata juga residivis kasus penipuan dengan modus sama.

Pelaku pernah mendekam dua tahun penjara karena menipu dengan modus mengaku anggota TNI. Pelaku baru keluar pada Maret 2019 lalu.

"Pelaku disangkakan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. Pelalu diancam dengan hukuman 4 tahun penjara," tegas Riko.  

Sumb: Merdeka