Home Politik JK Minta Kementerian Ganti Istilah Sanskerta dengan Indonesia

JK Minta Kementerian Ganti Istilah Sanskerta dengan Indonesia

38
0
SHARE
JK Minta Kementerian Ganti Istilah Sanskerta dengan Indonesia

Keterangan Gambar : Wapres JK

Detikone.com -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta kementerian mengganti istilah-istilah yang masih menggunakan Bahasa Sanskerta dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang benar.

Itu dilontarkan JK saat memberikan selamat pada peraih penghargaan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha atau penghargaan untuk kepala daerah berprestasi. JK mengaku kesulitan menyebutkan nama penghargaan itu secara benar.

"Saya ingin sampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada saudara bupati, wali kota, dan gubernur yang hari ini mendapat penghargaan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha. Susah sekali menyebutkannya," ujar JK saat memberikan sambutan dalam acara 'Indonesia International Smart City Expo and Forum 2019' di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (17/7). 

JK mengatakan istilah penghargaan itu mestinya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Ia meyakini tak ada pihak yang hafal dengan penyebutan istilah tersebut.

"Tentu ini harus dievaluasi, kenapa kita selalu pakai bahasa Sanskerta. Ini bukan bahasa Indonesia, bukan bahasa Jawa, tapi bahasa Sanskerta, padahal kita punya bahasa Indonesia yang baik, gitu, kan. Pada tahu artinya enggak? Enggak ada yang tahu pasti," sambung pria asal Makassar, Sulawesi Selatan tersebut.

Oleh karena itu, JK pun mengingatkan agar kementerian dan lembaga segera mengganti istilah-istilah yang menggunakan bahasa serupa. Sebab, istilah itu sudah tak lagi relevan di masa sekarang. 

"Ini zaman dulu dibuat istilah-istilah ini, sekarang kita harus memakai bahasa Indonesia yang baik, benar, dan indah," ucap JK.

Sanskerta adalah bahasa kesusastraan Hindu kuno. Keberadaan Sanskerta dalam tata bahasa di nusantara alias Indonesia tak lepas dari pengaruh kebudayaan India lewat penyebaran agama Hindu dan Buddha saat zaman kerajaan.

Salah satu kepala daerah yang menerima penghargaan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha adalah mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zainul Majdi. 

Sementara tujuh kepala daerah yang juga menerima penghargaan yakni Bupati Bintan Apri Sujadi, Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga, Wali Kota Pekanbaru Firdaus, Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priyatna, Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, dan Wali Kota Madiun Sugeng Rismianto.

Selain kepala daerah, JK juga memberikan penghargaan pada pemerintahan daerah berprestasi. Ia memuji Bupati Banyuwangi Azwar Anas sebagai salah satu daerah yang konsisten menerima penghargaan. 

"Penghargaan itu bentuk apresiasi, banyak daerah tentu lemarinya sudah penuh dengan segala macam penghargaan seperti Bupati Banyuwangi, pasti banyak penghargaan," ucap JK. 

Empat pemerintah daerah yang juga menerima penghargaan yakni Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Kuningan, Kota Makassar, dan Kota Gorontalo.

Sumb: CNN Indonesia