Home Kesehatan Pasien Cardiofascular Dapat Lakukan Fisioterapi di Rumah

Pasien Cardiofascular Dapat Lakukan Fisioterapi di Rumah

72
0
SHARE
Pasien Cardiofascular Dapat Lakukan Fisioterapi di Rumah

Keterangan Gambar : Meisarani Shintya Dewi, saat melakukan fisioterapi menggunakan iframerah kepada pasien rawat jalan diruang fisioterapi Rumah Sakit Mitra Bangsa Pati belum lama ini.

detikOne.com - Jawa Tengah - Pasca penanganan medis pasien cardiofascular atau penderita gangguan jantung, dapat melakukan fisioterapi sendiri dirumah. Hal ini bertujuan agar penderita gangguan jantung yang sudah mendapat penanganan medis, bisa segera pulih dan bisa beraktifitas normal kembali.

Fisioterapis Rumah Sakit Mitra Bangsa Pati, Meisarani Shintya Dewi mengatakan, pasien cardiofascular bisa melakukan fisioterapi sendiri saat sudah pulang. Pasien bisa melakukan beberapa gerakan ringan agar dahak yang ada ditenggorokan mudah keluar.
"Gerakan tersebut diantaranya adalah breathing atau pernapasan, postural drainage atau sujud serta Batuk efektif," ungkapnya beberapa waktu lalu saat ditemui detikOne.com.

Breating bisa dilakukan dengan cara duduk dengan cara mengambil nafas dalam-dalam serta menahannya kemudian mengeluarkannya dengan pelan.
"Itu metode perawatan dasar bagi pasien cardiofascular pasca penanganan medis baik berupa operasi atau lainnya. Cara ini bisa dilakukan selama beberapa menit saja, tidak usah terlalu lama," jelasnya.

Selanjutnya adalah postural drainage, pasien pasca penanganan diharapkan sering melakukan gerakan sujud agar dahak yang ada di dalam tenggorokan bisa keluar lewat jalur nafas. "Bagi pasien beragama muslim, bisa melakukan gerakan ini saat solat. Tetapi, hal ini juga harus dilakukan secara hati-hati," himbaunya.

Terakhir adalah batuk efektif, hal ini tergolorng ringan lantaran pasien melakukannya dengan cara mengambil nafas secara perlahan, kemudian menahannya beberapa saat setelah itu baru mengeluarkannya secara perlahan pula. Hal ini dilakukan pasien sebanyak tiga kali saja.
"Setelah melakukahnya sebanyak tiga kali, pasien bisa mendorong dahak dengan cara batuk. Hal ini efektif mengurangi dahak pasien pasca penanganan untuk mempecepat penyembuhan," urainya.

Meski demikian lanjutnya, semua metode yang telah disebutkan harus dilakukan secara benar dan hati-hati. Pihaknya tetap menganjurkan pasien cardiofascular untuk datang ke rumah sakit untuk melakukan fisioterapi rutin sebelum dokter menyatakan sembuh total.
"Tidak semua terapi yang dibutuhkan bisa dilakuka dirumah, karena penanganan pasien dengan gangguan jantung tidak sama," ungkapnya.

Meisarani Shintya Dewi juga menambahkan, bagi pasien verdiofascular pasca penanganan medis. Bisa datang ke Rumah Sakit Mitra Bangsa Pati untuk melakukan fisioterapi maupun konsultasi. "Seba kami memiliki banyak alat medik untuk melakukan fisio terapi, seperti iframerah, nebulizer atau uap," tandasnya. (MUN)