Home Hukum PDIP Mengaku Bangga dengan Soliditas TNI

PDIP Mengaku Bangga dengan Soliditas TNI

70
0
SHARE
PDIP Mengaku Bangga dengan Soliditas TNI

Keterangan Gambar : TNI

Detikone.com, JAKARTA -- PDI Perjuangan mengucapkan selamat ulang tahun ke-74 kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang menyelenggarakan puncak peringatan ulang tahunnya di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (5/10). PDI Perjuangan mengaku bangga dengan soliditas, profesionalitas, dan kokohnya TNI sebagai kekuatan penjaga kedaulatan nasional Indonesia.

"TNI adalah tentara yang lahir dari rakyat, dari jiwa revolusi kemerdekaan Indonesia, dan telah terbukti kepeloporannya dalam menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, melalui pernyataan tertulisnya, Sabtu (5/10). 

Menurut Hasto, dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, Presiden pertama RI Soekarno menyatakan, Indonesia memerlukan angkatan perang solid dan menyatu dengan rakyat.

Presiden Soekarno melalui pidatonya di Radio Republik Indonesia, pada 23 Agustus 1945, menegaskan bagaimana pembentukan Badan Keamanan Nasional yang merupakan angkatan perang Indonesia.

"Bung Karno telah membangun Angkatan Perang Indonesia, menjadi kekuatan militer terkuat di belahan bumi paling selatan pada era perang dingin, dan sukses membebaskan Irian Barat dari belenggu kolonialisme," katanya.

Menurut dia, PDI Perjuangan percaya bahwa TNI dengan jiwa saptamarga mampu mengemban tugas sejarah baik ke dalam sebagai penjaga kedaulatan negara, maupun ke luar di dalam perjuangan mewujudkan perdamaian dunia.

Dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia tersebut, kata dia, TNI sangat disegani. "Kehebatan Pasukan TNI di kancah internasional telah diakui dunia di dalam menjalankan misi Perdamaian PBB," katanya.

PDI Perjuangan, kata dia, memberikan dukungan penuh kepada kebijakan Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan profesionalisme TNI, peningkatan kesejahteraan prajurit, dan meningkatan seluruh kekuatan pertahanan melalui pengembangan dan penguasaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) modern.

Sumb: Republika