Home Politik Pekan Depan, RI-Malaysia akan Sepakati Dua Titik Batas Wilayah

Pekan Depan, RI-Malaysia akan Sepakati Dua Titik Batas Wilayah

17
0
SHARE
Pekan Depan, RI-Malaysia akan Sepakati Dua Titik Batas Wilayah

Keterangan Gambar : Kepala Pusat Pemetaan Batas Wilayah BIG, Ade Komara Mulyana

Detikone.com - Indonesia dan Malaysia akan menyepakati penyelesaian Outstanding Boundary Problem (OBP) Khususnya batas negara pada sektor timur. Kepala Pusat Pemetaan Batas Wilayah BIG, Ade Komara Mulyana menjelaskan terdapat sembilan titik OBP yang belum selesai dari 2.000 km.

Ade menambahkan, dua titik di antaranya Sungai Simantipal sudah disepakati sebagai batas wilayah Indonesia dan Malaysia.

"Segmen sungai Simantipal itu dikenal segmen OBP Sungai Simantipal sudah selesai akan di tandatangani besok. Wilayah yang dipersengketakan adalah 4.500 hektare, satu lagi selesai secara teknis adalah segmen tidak menggunakan nama fitur alam tapi menggunakan nomor pilar c500-c600 itu segmen ke dua yang juga akan ditandatangani pekan depan kurang lebih 400 hektare luas wilayah sengketanya," kata Ade dalam diskusi 'Apa Kabar Perbatasan Indonesia dan Malaysia' di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, Sabtu (16/11).

Dengan kesepakatan tersebut nantinya segmen Sungai Simantipal akan masuk wilayah Indonesia. Sementara, segmen C500-600 menjadi bagian dari Malaysia. Hal tersebut mengacu pada hasil survei yang dilakukan oleh tim topografi TNI AD, BIG serta Tim dari Malaysia.

"Itu sesuai dengan hasil survei Indonesia-Malaysia yang sudah dipasang pilar pada saat itu tapi belum diakui pihak Malaysia.Nah sekarang pihak Malaysia setuju untuk menyepakati betul batasnya di sana, pilarnya seperti itu," ungkap Ade.

Selain itu, kata Ade terdapat tiga daerah OBP lainnya yang sudah ada titik terang. Tiga titik tersebut yaitu Pulau Sebatik, dua titik Sungai Sinapat Sesar. Namun beberapa titik tersebut perlu pengukuran titik koordinat dari Sinapat.

"Segmennya Sungai Sinapat nah ini akan diselesaikan dengan cara melakukan pengukuran ulang dari darat aliran Sungai Sinapat, kemudian berdasarkan koordinat itulah disepakati koordinatnya disepakati dan ditentukan masuk Indonesia atau Malaysia. Ini akan kita lakukan tahun depan, tapi metodologi, kriteria sudah kita sepakati," ungkap Ade. 

Sumb: Republika