Home Daerah Pemkab Pati Upayakan Pengelolaan Lahan Hutan Untuk Tanam Jagung

Pemkab Pati Upayakan Pengelolaan Lahan Hutan Untuk Tanam Jagung

28
0
SHARE
Pemkab Pati Upayakan Pengelolaan Lahan Hutan Untuk Tanam Jagung

Keterangan Gambar : Wakil Bupati Saiful Arifin saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) pembahasan bantuan daei pemerintah berupa benih jagung untuk Kelompok Tani (Poktan) Hutan Sukobubuk Rejo, Desa Sukobubuk, Kecamatan Margorejo Pati, Jumat (13/09). (Dok. Humas Pemkab Pati)

detikOne.com - Jawa atengah - Jumat (13/09), Pemerintah Kabupaten Pati gelar Rapat Koordinasi (Rakor) pembahasan bantuan daei pemerintah berupa benih jagung untuk Kelompok Tani (Poktan) Hutan Sukobubuk Rejo, Desa Sukobubuk, Kecamatan Margorejo Pati. Hal ini dilakukan agar petani hutan faham akan prosedur yang harus dilalui serta dalam pelaksanaannya sesuai dengan petunjuk pelaksanaan.

Pada acara tersebut, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin), mengatakan Insya Allah nantinya petani akan mendapat bantuan bibit jagung dari pemerintah. Ini dipilih lantaran, saat ini  harga dan kondisi pasar komoditas ini cukup baik.
"Lokasinya juga cocok untuk jagung. Selain itu, menanam sesuatu memang harus kita pikirkan hasil setelah panennya," terangnya.

Wabup juga meyakini bahwa apabila ditanami apapun, kalau sudah panen ternyata harganya tidak maksimal, justru kasihan petani.
"Kalau ditanami tanaman yang harganya tidak bagus, hasilnya kan sayang. Yang penting bisa menanam dan hasilnya dimanfaatkan petani. Kebetulan saat ini harga jagung masih cukup baik," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pati Muhtar Efendy mengatakan bahwa  bantuan benih jagung ini memang sudah sesuai dengan petunjuk pelaksanaan.
"Pertama, harus diusulkan oleh kelompok tani. Kelompok tani hutan kemarin memang masih multitafsir, karena institusi pembinaan kelompok petani hutan kan sebenarnya bukan Dinas Pertanian dan Peternakan," ujarnya memulai penjelasan.

Maka melalui rapat tersebut,  akhirnya disiimpulkan, perlunya pembuatan rujukan acuan, bahwa poktan hutan boleh diberi bantuan benih jagung dari pemerintah melalui Kementan.
"Dengan catatan, Poktan diketahui kepala desa dan diverifikasi oleh tim teknis. Tim teknisnya dari petugas Dispertan dan Dinas kehutanan. Dan juga disahkan oleh kepala desa yang mengetahui legalitas jumlah petani, luas lahan, lokasi dan sebagainya," imbuhnya.

Apabila usai diverifikasi ternyata layak, pihaknya akan mengusulkan ke Kementan melalui Dispertan Provinsi Jateng. Sehingga tim Kementan baru menerjunkan tim validasi.
"Kalau sudah layak, sesuai administrasi, benih jagung bisa langsung diberikan," tandasnya.

Selain Wakil Bupati Pati, hadir pula dalam kegiatan tersebut Penasihat TP4D Kajari, Ketua TP4D Kasi Intel Kajari, PP Kom Bantuan Perbenihan, Irjen Kementan dan tim terkait. (HP/MUN)