Home Daerah Setelah Ikut Pelatihan Pengrajin Batik Diharap Berinovasi

Setelah Ikut Pelatihan Pengrajin Batik Diharap Berinovasi

79
0
SHARE
Setelah Ikut Pelatihan Pengrajin Batik Diharap Berinovasi

Keterangan Gambar : Suasana pembukaan pelatihan membatik yang berlangsung di Jalan Sunan Ngerang Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, belum lama ini. (Dok. Humas Pemkab Pati)

detikOne.com – Jawa Tengah – Setelah mengikuti pelatihan membatik berbasis kompetensi onsite angkatan satu yang berlangsung pada 27 Januari hingga 13 Februari 2020. Para pengrajin batik Kabupaten Pati, kedepan diharapkan berinovasi untuk memunculkan batik khas Pati. Acara pelatihan ini, berlangsung dipusat produksi sekaligus Wisata Edukasi Batik Pati Jalan Sunan Ngerang Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati.

Diklat ini diselenggarakan oleh Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Rajasa.

Wakil Bupati Pati Saiful Arifin menyambut baik penyelenggaraan diklat ini. Ia menyebut, selama ini batik identik berasal dari Solo dan Pekalongan. Penyelenggaraan diklat batik disini, menurutnya, dapat menunjukkan bahwa sebetulnya Pati juga memiliki sentra batik, khususnya di Juwana dan Tambakromo.

"Pelatihan ini memang diadakan di daerah penghasil batik, karena masing-masing diharapkan bisa saling memberikan satu inovasi atau memberikan satu marketing yang baik, jika  sudah bisa menguasai produk bisa lebih maksimal dalam penjualannya," ujar Wabup yang biasa disapa Safin itu.

Kepada para peserta Safin berpesan untuk fokus pada materi pelatihan. Sehingga nantinya bisa meningkatkan kualitas batik yang dihasilkan. Ia mengungkapkan akan percuma pelatihan seperti ini apabila tidak fokus dalam mengikuti pelatihan.

"Saya berharap bukan program pelatihan batik saja, tetapi program pelatihan lain dari pusat bisa dibawa ke Pati. Program seperti ini tinggal kita arahkan sesuai bidang yang diinginkan seperti bidang pertanian, peternakan dan lainnya. Dengan pelatihan ini, diharapkan sentra produksi bati di Pati semakin bertambah," harap Safin.

Sementara itu Kepala Seksi Penyelenggaraan Diklat BDI Jakarta, Tedy Hermawan mengatakan kegiatan ini diikuti 50 peserta.

"Ini merupakan diklat 3 in 1, meliputi pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja,” jelasnya.

Tedy juga mengatakan seluruh peserta berasal dari Pati, khususnya berasal dari lingkungan sekitar pengusaha.

"Sebab, banyak pengusaha batik yang agak kesulitan mencari pengrajin, sehingga terbatas kapasitas produksinya. Dengan banyaknya pengrajin di sekitar pengusaha, akan memudahkan mereka ketika mendapat order besar,” pungkasnya. (HP/MUN)