Home Metropolitan Sidang Kasus Pembunuhan Babinsa dengan Terdakwa Marinir Digelar Terbuka

Sidang Kasus Pembunuhan Babinsa dengan Terdakwa Marinir Digelar Terbuka

39
0
SHARE
Sidang Kasus Pembunuhan Babinsa dengan Terdakwa Marinir Digelar Terbuka

Keterangan Gambar : Kasus Pembunuhan Babinsa

Detikone.com - Persidangan kasus pelanggaran dan perusakan di Hotel Mercure yang mengharuskan tersangka dari anggota TNI akan dilangsungkan secara terbuka, sehingga dapat dihadiri masyarakat umum.

"Perkara ini nanti nanti akan dibuka untuk umum, bisa dibuka," ujar Komandan Pusat Polisi Militer TNI, Walikota Jenderal Eddy Rate Muis, di Kantor Oditurat Militer II-7 di Jakarta Timur, Selasa (7/7).

Dia mengatakan, dibukanya sidang itu untuk keperluan umum yang membuktikan penegakan hukum di lingkungan TNI yang dilaksanakan secara profesional, transparan dan proporsional.

Selain itu, kata dia, insan juga dapat memperoleh fakta persidangan yang lebih lengkap sehingga bisa mendapatkan pemberitaan yang akurat dan faktual.

"Ini menunjukkan suatu langkah yang sangat baik dalam hal penegakan hukum, jadi kita sangat terbuka dan transparan," kata Muis.

Hari ini, Selasa (7/7), Pusat Polisi Militer TNI menyerahkan berkas perkara pelecehan dan pengrusakan di Hotel Mercure yang melibatkan tiga tersangka oknum anggota TNI untuk Oditur Militer II Jakarta.

Berkas perkara tersebut dikirimkan secara langsung kepada Kepala Oditurat Militer (Kaotmil) II-7, Kolonel Sus Faryatno Situmorang.

Diketahui, telah terjadi tindak lanjut pembunuhan yang dilakukan oknum anggota TNI AL atas nama Letnan Dua (Marinir) RW terhadap Sersan Dua RH Saputra, Babinsa Koramil Tambora, Kodim 0502 / Jakarta barat, yang pada saat ini sedang diminta melakukan tugas mencari lokasi karantina Covid- 19 di Hotel Mercure, Jakarta Barat, Senin (22/6).

RW kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat tiga pasal bersamaan, yaitu pasal pembunuhan, perusakan di tempat umum, dan memenangkan senjata api. Selain RW, Pusat Polisi Militer TNI juga menetapkan dua TNI AD berinisial Sersan Satu H dan Kopral Satu S sebagai tersangka.

Kedua TNI AD itu bertindak dalam tindakan perusakan di Hotel Mercure. Selain itu, salah satunya juga ikut mengeluarkan senjata untuk tersangka RW.

Selain tiga tersangka prajurit TNI, ada enam tersangka lain dari pihak sipil. Orang yang ikut berpartisipasi dalam perusakan di Hotel Mercure. Keenam tersangka saat ini ditangani oleh Polres Metro Jakarta Barat.

Saat ini, pihak oditur militer akan meminta terlebih dahulu persyaratan formil dan materi terkait berkas perkara yang telah dikirim oleh Pusat Polisi Militer TNI.

Jika telah disetujui lengkap, maka pihak oditur militer akan mengolah berkas perkara tersebut untuk selanjutnya dilimpahkan ke pengadilan militer. Proses itu diperkirakan akan membutuhkan waktu selama tujuh hari.

"(Persidangan akan digelar) segera dibukanya. Begitu oditur menyiapkan penuntutan, dalam waktu kami diminta persidangan," kata Muis. Dikutip Antara. Sumb: Merd