Home Daerah Tangkal Pernikahan Dini, di Kalangan Remaja

Tangkal Pernikahan Dini, di Kalangan Remaja

163
0
SHARE
Tangkal Pernikahan Dini, di Kalangan Remaja

Keterangan Gambar : Anggota Komisi IX DPR RI Imam Suroso sosialisasi GenRe (generasi berencana) di SMAN1 Toroh, Kab. Grobogan.

Detikone.com - Banyaknya remaja di Kabupaten Grobogan yang melakukan pernikahan  di usia dini, membuat beberapa pihak melakukan upaya pencegahan, salah satunya melakukan pemahaman dari dampak perkawinan tersebut.

Dengan melakukan sosialisasi GenRe (generasi berencana) ratusan siswa di SMAN1 Toroh, mengikuti kegiatan tersebut, dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI Imam Suroso, perwakilan BKKBN Provinsi Jateng, Wagino. Kejati Provensi Jawa Tengah, dan kepaka DP3AKB Kabupaten Grobogan Indartiningsih, Kepala Sekolah SMAN1 Toroh Sri Puji Astuti dan Camat Toroh.

Perwakilan BKKBN Provensi Jateng, Wagino menjelaskan Kabupaten Grobogan menempati urutan pertama perkawinan di usia dini di Jawa Tengah. Dampaknya perceraian di usia muda di Kabupaten Grobogan pun cukup tinggi.

“Paling tidak merencanakan masa depannya, jangan cepat menikah muda. Karena di Grobogan ini pernikahan, anak usia muda di bawah 16 tahun, cukup tinggi.” Jelas Wagino saat didampingi Kepala DP3AKB Kabupaten Grobogan, Indartiningsih, Kamis (21/3).

Lebih lanjut dikatakan, jika perkawinan di usia muda 16 tahun cukup tinggi maka untuk mengentaskan kemiskinan di kabupaten tersebut amat sulit, sebab, menurutnya, warga yang melakukan perkawinan di usia dini karena kurang mampu kehidupannya serta ekonomi.

Menurutnya dengan kegiatan tersebut para pelajar di sekolah tersebut paling tidak dapat terhindar dari tiga hal, yakni menikah usia muda, sek bebas, napza (obat terlarang narkoba), agar massa depannya menjadi gemilang.

“Idealnya seorang wanita untuk menikah di usia duapuluh satu (21) tahun, lali-laki dua puluh lima (25).” Jelasnya.

Komisi IX DPR-RI Imam Suroso, menambahkan dengan kegiatan tersebut agar para siswa dapat mengetahui dampak dari tiga hal yakni, pernikahan dini, sek bebas, obat terlarang. “Untukmembina adik-adik sekolah, biar masa depannya sukses,”jelasnya. HG