Home Daerah Penyaluran Gaji ASN Non Tunai, Jaga Transparansi

Penyaluran Gaji ASN Non Tunai, Jaga Transparansi

Gaji disalurkan dalam bentuk bruto.

58
0
SHARE
Penyaluran Gaji ASN Non Tunai, Jaga Transparansi

Keterangan Gambar : Bupati Pati Haryanto sedang menyalami para peserta yang hadir pada acara Sosialisasi Transparansi Pengelolaan Gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Pati dj Muria Ballroom The Safin Hotel Sabtu (13/04). (Dok. Humas Pemkab Pati)

DETIKONE.COM –JAWA TENGAH – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pati bersama  Bank Jateng Cabang Pati Sabtu (13/04), laksanakan Sosialisasi Transparansi Pengelolaan Gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Pati di Muria Ballroom The Safin Hotel. Acara yang dihadiri Bupati Pati Haryanto, Sekretaris Daerah Kabupaten Pati Suharyono, Direktur Bank Jateng Cabang Pati, dan sejumlah Kepala OPD tersebut  membahas mengenai penerapan gaji bruto secara nontunai bagi ASN di Kabupaten Pati.

 

Bupati Pati Haryanto menegaskan bahwa implementasi pengelolaan gaji bruto secara nontunai merupakan kewajiban, sebab sudah ada regulasi yang menaungi. Menurutnya pengelolaan keuangan daerah, termasuk belanja gaji pegawai secara nontunai merupakan upaya dalam rangka mengurangi penyimpangan.
"Kalau dikelola secara manual, kebocoran anggaran pasti ada. Karena itu kita harus berbenah diri agar pengelolaan keuangan lebih mudah, transparan, dan akuntabel. Mari kita bekerjasama meningkatkan transaksi nontunai," bebernya.

 

Sementara itu, Kepala BPKAD Kabupaten Pati Turi Atmoko menjelaskan, penerapan gaji bruto merupakan pemenuhan amanah dari Surat Edaran Mendagri tertanggal 17 April 2017 tentang implementasi transaksi nontunai pada Pemerintah Kabupaten/Kota.
"Oleh sebab itu, pelaksanaan transaksi nontunai merupakan keharusan dan harus dilaksanakan secara bertahap," jelasnya.

 

Pada Maret 2019 penerapan gaji bruto, imbuh Turi, sudah diujicobakan pada tiga OPD, yakni Sekretariat Daerah, Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP), serta BPKAD.
"Mulai Mei 2019, diharapkan pengelolaan gaji bruto diterapkan di semua OPD," ungkapnya.

 

Sementara itu, Pimpinan Bank Jateng Cabang Pati Sudiyanto menjelaskan, pada prinsipnya sosialisasi pengelolan gaji tersebut, dimaksudkan untuk mendukung  tercapainya transaksi nontunai di Kabupaten Pati.
"Memang selama ini gaji ASN sudah masuk rekening. Namun masih dalam kondisi netto setelah diperhitungkan kewajiban masing-masing ASN," terangnya.

 

Ia menerangkan, dalam rangka meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, nantinya gaji ASN akan masuk ke rekening dalam kondisi bruto. Pada hari dan jam yang sama langsung didebit sesuai kewajiban dari masing-masing ASN.
"Sehingga transaksi di masing-masing rekening ASN akan kelihatan kredit masuk bruto dan debit beberapa potongan. Sehingga pertanggungjawabannya lebih jelas", pungkasnya. (HP/MUN)