Home Teknologi Wuling Indonesia Mau Kurangi Ketergantungan Produk China

Wuling Indonesia Mau Kurangi Ketergantungan Produk China

15
0
SHARE
Wuling Indonesia Mau Kurangi Ketergantungan Produk China

Keterangan Gambar : mobil listrik Wuling E 100

Detikone.com -- SGMW Motor Indonesia, produsen dan pemegang merekWuling di dalam negeri, tengah mempertimbangkan merancang produk baru untuk konsumen Tanah Air. Produk baru ini disebut berbeda dari kebiasaan, sebab dikatakan bukan model yang sudah hadir di China lantas dijual di Indonesia.

Keempat mobil Wuling yang sudah dijual, yakni Confero, Cortez, Formo, dan Almaz, merupakan produk yang diproduksi lokal. Meski begitu, setiap produk itu berbasis mobil serupa yang telah dipasarkan di China.

Misalnya Confero, di China dijual dengan nama Hongguang. Sedangkan Cortez pakai nama Baojun 730, dan Almaz punya nama China, Baojun 530.
Wuling Indonesia ketergantungan produk dari China, hal itu menyebabkan pengembangan produk dengan kadar facelift ataupun generasi baru tidak bisa dilakukan sembarangan. Bisa diasumsikan, pengembangan mobil Wuling di Indonesia 'mengekor' perubahan yang sudah terjadi di China.

Product Planning Wuling Motors Indonesia Danang Wiratmoto menyampaikan memiliki produk yang benar-benar diracik sendiri akan membantu memutus ketergantungan dengan China. Sehingga pihaknya dapat lebih leluasa mengolah produk dari sisi desain, spesifikasi, dan lain sebagainya.

"Tapi tidak menutup kemungkinan kita akan punya produk sendiri di pasar Indonesia. Walau sejauh ini secara historical kami bawa yang sudah ada dulu di China," kata Danang di Bandung, Jawa Barat belum lama ini.

Kendati demikian, menurut Danang, perlu banyak pertimbangan buat menghadirkan produk 'independen'. Salah satu yang mesti dipikirkan adalah keberlangsungan pabrik di Cikarang yang membutuhkan volume produksi agar bisnis terus bergulir.
"Lebih disesuaikan dengan market. Kalau pertimbangan secara perusahaan memang buat produk sendiri harus dipertimbangkan, antara satu, cost dan profit, efisiensi produksi, permintaan market setempat, itu harus dikumpulkan jadi satu, baru bisa disimpulkan mau buat produk sendiri atau ngambil dari head quarter," ujar dia.

Danang melanjutkan belum ada keputusan final soal hal itu hingga sekarang. Namun yang jelas, Danang menuturkan jika ingin merancang produk sendiri pada dasarnya tetap akan bermain di segmen mobil penumpang.

"Sementara ini masih fokus ke passenger car," kata Danang. CInd